The Javanese in Suriname, Ethnicity in an Ethnically Plural Society


oleh Parsudi Suparlan

Arizona State University, Tempe Arizona, 1995

Buku ini bercerita tentang studi identitas etnik dalam konteks pluralitas etnik. Etnisitas adalah fenomena dalam level individu yg muncul dlm interaksi sosial. Hal ini berfokus pada individu dan kelompok, dan keduanya saling mempengaruhi dengan alam dan lingkungan sosial. Lingkungan diartikan didalamnya termasuk kategori etnik dan sistem kultural dari power yg menentukan norma politik, ekonomi, dan sosial. Kategori dan sistem ini kemudian mengajukan alternatif perilaku utk individu dan kelompok dlm hubungan sosial dan hubungan antar etniknya. Seperti, mereka mendukung kemasukakalan yg berdasarkan justifikasi rasional, moral, dan emosional dari pilihan perilaku.

Fokus studi pada buku ini lebih mendasarkan pada tingkat individu daripada struktur kulturalnya. Ini berfokus pada varian dari perilaku manusia sbgmana mereka ekspresikan dalam interaksi sosial. Perilaku individu, termasuk didlmnya ekspresi etnisitas adalah manifestasi dr bayangan/imaji mental individu atau interpretasi dr dirinya, org lain dan lingkungannya.

Menurut Parsudi almarhum etnisitas adalah sebuah fenomena individu yg muncul dalam interaksi sosial dimana antara etnisitas dan agama bermain dlm aturan yg integral dlm memformulasikan dan mendefinisikan strategi dan isu dari org jawa suriname, sbgmana mereka mencari posisi sosial, kekuatan politik, dan membutuhkan sumber dlm kompetisi dengan anggota kelompok yg ada didalm dan kelompok lainnya.

Dalam konteks Orang jawa di Suriname, dlm ukuran populasi merupakan etnik mayoritas, tetapi dalam ukuran posisi ekonomi dan sosial menjadi minoritas. Keminoritasan posisi mereka, dpt dimengerti dlm hubungn poer dgn kelompok etnik lainnya. Dan ini dibangun berdasarkan sejarah dan situasi pada masa kini.

Parsudi juga berbicara tentang variasi yang diartikan sebagai perasaan dlm individu dan dibatasi/ditentukan oleh status sosial, ekonomi, dan politik dlm sistem org jawa dan suriname dlm stratifikasi sosial. Perasaan ini menjadi faktor yg krusial dlm cara individu mengorganisasi dan memanipulasi identitas etnik dan kultural mereka. Mereka menekspresikannya secara bervariasi dlm hubungan sosial diantara irg jawa sbgmana dengan kelompok etnik yg lain.

Di suriname, org jawa mengaktifkan dan membuka rasionalisasi, penjustifikasian, dan bahkan merubah kebudayaan yg mereka pertimbangkan utk menjadi miliknya dlm merespon kompetisi dan konflik yg terjadi dlm komunitas dan dlm masyarakat nasional yg lebih besar. Dlm cara ini, org jawa membuat masuk akal dlm eksistensi mereka dan tindakan dalam hubungan pada lingkungan sosial dan kultural yg lebih luas. Respon mereka ini mendeterminasi ekspresi dari etnisitas org jawa dalam hubungan sosial.

Krn org jawa di suriname adalah interdependen, bagian dr kebudayaan yg lebih besar, kondisi sosial dan ekonomi mereka adalah secara dekat dihubungkan pada dan dipengaruhi oleh hubungan sosial, ekonomi, dan politik antara mereka dan kelompok etnik lain.

Kelompok Etnik adalah kategori askripsi dlm rasa/sense yang pengklasifikasiannya seseorang menjadi dasarnya, hampir secara umum identitas, anggapan oleh asal usul dan latar belakang (Barth,13). Keanggotaan dlm kelompok etnik tdk membuka pada setiap individu, dan ini merupakan dasar pengkategorian askriptif.

Ketika kategori etnik berkesesuaian dgn kategori etnik, referensi dasar utk identifikasi etnik dlm hubungan antar etnik kadang mencakup karakteristik fisik (2). Ketika anggota kelompok etnik ini menyatakan status tertentu dlm masyarakat yg lebih besar, dan secara khusus ketika status sosial ini menjadi minoritas, org jawa mencoba utk merubah karakteristik fisik mereka sbgmana sifat/ciri kultural dan perilaku utk mendekati menyerupai atribut kelompok yg dominan. Meskipun kategori etnik adalah askriptif, ini mungkin utk seseorang mempunyai karakteristik org yg ambigu dan membutuhkan perilaku yg cukup dan sifat kultural yg menyerupai kategori etnik lain, meninggalkan identitas etnik asli mereka dan memperoleh yg baru/identitas yg baru. Org jawa menyerupai org Creole.

Karena kelompok etnik secara umum mengacu pada kebudayaan tertentu, beberapa masalah muncul dlm pengertian hubungan antara kelompok etnik dan “cultural set”. Kebudayaan kelompok etnik berubah. Kelompok etnik menguasai dan memberikan tanda identitas mereka dengan menggunakan dan menekankan sifat/ciri simbolik yg diseleksi dari kebudayaan mereka secara total dan dengan melakukan penekanan pada perbedaan antara dirinya dan org lain. Barth menyarankan agar ketekunan dari kelompok etnik dpt dijelaskan dengan memfokuskan diri pada perawatan/pemeliharaan batas-batas etnik. Dimana disana ada 2 isu kritik dari pemeliharaan identitas etnik .

1.ketekunan dari kelompok etnik tergantung pada pemeliharaan batas-batasnya. Secara literal diartikan sbg batas teritorial tetapi konsep ini dijelaskan/digunakan secara abstrak oleh Barth dengan menjelaskannya dlm prespektif sejarah. Ketika secara aktual manusia mengidentifikasikan dirinya sendiri dan org lain dlm kelompok etnik tertentu, mereka bertindak tdk hanya utk memelihara batas kelompok tetapi lebih kpd mengambil posisi dlm sistem hubungan antar kelompok
2.anggota kelompok etnik memilih dan menekankan pada aspek tertentu dari kebudayaan mereka. Bagaimanapun juga tdk semua anggota kelompok etnik akan mempertimbangkan set/seperangkat kultural dr kelompok etniknya. Dlm proses ini individu mungkin meminjam dan mengadpsi sifat/ciri kebudayaan dr kelompok etnik tg lain.

Pemandangan kelompok etnik sbg kategori askriptif ini adalah sangat jelas bahwa identitas etnik adalah diafirmasi dan direafirmasikan oleh anggota individu dr kelompok etnik dlm hubungan antar etnik, kelompok etnik tdk menjadi entitas yg monolitik. Proses pengidentifikasian, atau penggunaan term etnik utk mengidentifikasikan dirinya sendiri dan berhubungan dgn orang lain, melibatkan pernyataan mental dan kesenangan bersama. Dlm proses pengidentifikasian etnik dan pengekspresiannya dlm hubungan sosial, variasi terjadi karena keadaan individu dan kesenangan/kecenderungan potensial yg indibidu temukan adalah bervariasi. Sejak power menjadi inheren dlm hubungan sosial, satu merupan faktor yg mendeterminasi yg mempengaruhi variasi ekspresi dr etnisitas adalah posisi khusus dlm struktur power materialistik dan mentalistik.

Dalam masyarakat plural, dimana kelompok etnik berkesesuaian dengan status sosial dan kesempatan, identitas etnik berimplikasi status sosial dan kesempatan. karena kelompok etnik di suriname berkesesuaian dengan rasial, perbedaan etnik terlihat nyata.

Dlm interaksi sosial, individu bermaksud utk berlaku sbgmana yg mereka harapkan utk menilai dan diperlakukan oleh yg lain melalui kesadaran dan ketdksadaran dengan menggunakan simbol yg tersedia utk mereka. Simbol ini adalah kombinasi dr motivasi dan nilai-nilai abstrak. Simbol adalah selalu dimanipulasi oleh individu termasuk yg bersifat verbal dan non verbal.

8 thoughts on “The Javanese in Suriname, Ethnicity in an Ethnically Plural Society

  1. Thank’s banget ada yang ngasih summary bukunya Parsudi Suparlan. Kira-kira bisa dapetin bukunya di mana ya? Makasih..

  2. Mas, ada referensi lain tentang etnis Jawa di Suriname ga?
    Aku butuh untuk referensi skripsi nih.. Makasih

  3. halo firdha, maaf baru cek blog sekarang, baru pulang dr lapangan soalnya. Memang buku parsudi tersebut sdh tidak diterbitkan lagi. Untuk mendapatkannya coba cek diperpustakaan antropologi terdekat dikota anda. Terus terang saya juga tidak tahu buku lain yg membahas etnis jawa disuriname. Saya summary buku parsudi kaitannya dengan bagaimana beliau melihat pluralitas etnik dan konsep etnisnya. Terima kasih

  4. lam kenal..
    mas, setau sy buku tsb diambil dari thesis beliau di university of illinois..
    sy juga sedang mencari buku tsb.. tapi sampe sekarang belum ketemu..
    tolong infonya ya mas.. tka

  5. Salam kenal mbak nina yudha,
    ya ini memang dr disertasinya alm. pak parsudi. Buku ini seperti buku wajib buat saya yg dibimbing pak parsudi, kebetulan tesis saya juga berkenaan dgn konstruksi identitas etnik. Bukunya memang buku lawas, saya kira ada diperpustakaan antropologi. At least diperpus antro UI pasti ada. Kalau tetap nggak nemu, saya ada buku fotokopiannya. Saya bersedia membantu utk mengkopikannya.

    cheers

  6. Mas Tiyo, seneng sekali bisa nemu tulisan mas tentang pak parsudi suparlan. Kebetulan saya sedang mencari buku ini untuk penggarapan pratesis saya -di jurusan antropologi UGM- tentang orang jawa di Suriname (kajian untuk budaya pop pada masyarakat jawa disana). Kebetulan saya di Jogja dan sementara belum terjadwal ke jakarta (kemungkinan baru awal tahun depan), bisakah jika saya mohon, untuk bisa mendapatkan fotokopian buku tersebut? kira-kira teknisnya bagaimana?
    Terima kasih sebelumnya mas…

  7. permisi pak.. kalau untuk sekarang bukunya sekarang itu diterbitkan atau blm pak? butuh bgt ini pak buat skripsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s