Orang Rimba, Suku Asli dan Negara Yang Abai


Adi Prasetijo, peneliti ICSD dan Dewan Anggota KKI Warsi,

Media Indonesia, 11 Maret 2015

Beberapa hari terakhir ini kita disuguhkan berita tentang kematian 11 Orang Rimba akibat kelaparan. Tak hayal berita ini membuat pemerintah kebakaran jenggot. Berita inipun dibantah oleh pemerintah, dengan mengatakan bahwa sebab-sebab kematian Orang Rimba, atau biasanya dulu dikenal sebagai Suku Anak Dalam sebagai akibat penyakit dan tahan tubuh mereka yang lemah sehingga menyebabkan kematian.

Permasalahan atau fenomena ini bukanlah hal yang pertama dialami oleh Orang Rimba. Tahun 1998 misalnya, kejadian kelaparan ini pernah dilaporkan oleh media lokal dan mendapatkan perhatian dari publik Jambi.

Fenomena ini adalah puncak dari ‘simtom’ akar permasalahan sesungguhnya yaitu semakin menipisnya hutan sebagai sumber penghidupan mereka sebagai akibat proses deforestasi yang semakin tidak terkontrol. Terlebih kemampuan mereka untuk mengadaptasi modernitas yang berjalan tidak seimbang dengan perubahan alam yang berjalan cepat. Continue reading “Orang Rimba, Suku Asli dan Negara Yang Abai”

Bagaimana Kekuasaan Bekerja Menurut Eric Wolf


Adi Prasetijo

Banyak kajian yang membicarakan tentang wacana kekuasaan. Mulai dari yang bersifat material atau fisik, seperti dalam referensi yang mennggunakan Marx, atau juga yang bersifat simbolik, seperti yang dikemukakan oleh Gramsci

Konsep Wolf tentang ‘power’ (kekuasaan) adalah didasarkan teori yang dibangun oleh Nietzsche. Nietzsche mengembangkan teorinya tentang kekuasaan atas dasar bahwa naluri dasar manusia bahwa manusia adalah mahkluk hewani yang saling menyerang dan saling menguasai demi teritori wilayahnya. Untuk itu maka Nitsche mengembangkan teori kekuasaan yang ada dalam hubungan antar manusia. Perasaan untuk menguasai itu yang disebut oleh Nietzsche sebagai sifat dominasi manusia. Bagi Nietzsche kekuasaan kadang sulit dideteksi karena seseorang melakukan sesuatu atas dorong seseorang tanpa menyadarinya. Atas pemahaman tersebut kemudian Wolf mengambangkan bangunan teorinya tentang konsep kekuasaan. Continue reading “Bagaimana Kekuasaan Bekerja Menurut Eric Wolf”

Bhinneka Tunggal Ika: Keanekaragaman Sukubangsa atau Kebudayaan?


Oleh Parsudi Suparlan (alm.), Hubungan Antar Sukubangsa, YKIK 2004

 

Pendahuluan: Masyarakat Majemuk Indonesia dan Permasalahannya 

Dalam berbagai tulisan, antara lain Suparlan (2001a, 2001b), telah saya tunjukan bahwa corak masyarakat majemuk, atau bhineka tunggal ika, Indonesia di tandai oleh penekanannya pada kesukubangsaan yang mengacu pada kelompok-kelompok atau masyarakat-masyarakat sukubangsa dengan masing-masing kebudayaanya yang dipersatukan dan diatur secara administratif oleh sistem nasional Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. di bawah pemerintahan presiden Suharto sistem nasional tersebut didominasi oleh coraknya yang sentralistik, otoriter-militeristik, korup, pemanipulasian SARA dan juga pemanipulasian hukum legal, hukum adat dan berbagai konvesi sosial untuk kepentingan penguasa/pejabat dan kekuasaan rezim. Hak warga dan komuniti (masyarakat lokal atau kolektiva sosial) diabaikan atau tidak dihargai, dan hak hidup sukubangsa dan kebudayaannya serta pranata-pranatanya ditekan selama tidak mendukung keberadaan dan kemantapan penguasa dalam rezim Suharto, yang dalam kegiatan rezim ini melakukan eksploitasi secara maksimal atas semua sumber-sumber daya yang ada di Indonesia. Continue reading “Bhinneka Tunggal Ika: Keanekaragaman Sukubangsa atau Kebudayaan?”

David Schneider dan Kekerabatan


Adi Prasetijo, Penang, 10 Mei 2013
978-0-8223-9795-3-frontcoverBagi antropolog yang suka membaca karya-karya antropologi klasik, karya antropolog David Schneider (1918-1995) mestinya tidak terlewatkan. Kajian Scheneider memang jauh dari hingar-bingar publisitas, namun karyanya tentang teori kekerabatan sangatlah fundamental dan menjadi banyak pijakan teori-teori antropologi berikutnya. Terutama untuk kajian keluarga, gender, feminis dan kajian homoseksualitas. Continue reading “David Schneider dan Kekerabatan”

Teori dan Konsep Hubungan Antar Suku Bangsa, Masyarakat, dan Budaya


Oleh : Parsudi Suparlan

Sumber: Bab 1.Teori dan Konsep Hubungan Antar Suku Bangsa, Masyarakat, dan Budaya, dalam Buku Hubungan Antar Suku Bangsa, terbitan YPKIK, 2004

A. Masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok individu yang secara langsung atau tidak langsung saling berhubungan  sehingga merupakan sebuah satuan kehidupan yang berkaitan antara sesamanya dalam sebuah satuan kehidupan yang dimana mempunyai kebudayaan tersendiri, berbeda dari kebudayaan yang dipunyai  oleh masyarakat lain.  Sebagai satuan kehidupan, sebuah  masyarakat biasanya menempati sebuah wilayah yang  menjadi Continue reading “Teori dan Konsep Hubungan Antar Suku Bangsa, Masyarakat, dan Budaya”

Masalah Keetnikan dan Kelas Sosial


Adi Prasetijo (2011), Penang

Tulisan sambil nunggu ngantuk…

Pengantar

Studi yang membahas hubungan antara dominant dan sub-ordinate group dalam konteks kehidupan etnik minority sesungguhnya bukanlah suatu studi yang baru. Kajian ini banyak menyangkut dengan kajian yang berhubungan dengan hubungan dominasi kelas atas terhadap kelas sub-ordinate yang ada dibawahnya.  Keberadaan hubungan dominasi tidak lepas dikaitkan dengan struktur hirarki yang ada dimasyarakat. Shubutani dan Kwan (1970: 29) mengatakan sebagai berikut; Continue reading “Masalah Keetnikan dan Kelas Sosial”

Ruth Benedict dan Pola Kebudayaan


Adi Prasetijo

Ruth Benedict, Ilmuwan Sosial Perempuan Yang Tangguh
Fokus utama kajian Ruth Benedict adalah kepada hubungan antara individul dan masyarakatnya. Ruth Benedict merupakan wanita pertama yang mencapai keunggulan sebagai ilmuwan sosial dan menunjukkan keteguhannya dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidupnya ketika berhadapan dengan permasalahan yang dihadapi wanita dalam masyarakat Amerika saat itu.

Ruth Benedict mendapatkan pendidikan yang kuat di Vassar College, sebuah sekolah terkenal di thn 1880. Sebuah sekolah yang bertujuan untuk mendidik wanita agar sejajar dengan laki-laki. Awalnya, Ruth Benedict tertarik kepada bidang kesastraan dan puisi. Pada masa selanjutnya ia menerbitkan puisi dalam berbagai majalah puisi dan jurnal. Pengalamannya dengan berbagai kritik analisis sastra nantinya berpengaruh kepada ke-antropologiannya. Continue reading “Ruth Benedict dan Pola Kebudayaan”