Memerangi Prasangka


Adi Prasetijo
prasetijo@gmail.com

Pada tahun 2005 yang lalu di Sydney muncul kerusuhan antar ras yang dipicu oleh kabar yang tak jelas, dimana “katanya” seorang pemuda keturunan Arab telah menganiaya seorang petugas penjaga hingga babak belur. Tak pelak lagi berita “katanya” itu tiba-tiba telah menyebar luas melalui omong per omong dan SMS. Berita “katanya” itu kemudian menyulut rasa sentimen anti Arab di Australia. Dan tak lama kemudian menyulut dan merembetan tindakan-tindakan pemukulan, pengrusakan barang-barang milik publik, dan penyerang petugas keamanan terjadi. Bahkan seorang pemuda kulit putih tanpa sebab yang jelas memburu dan memukuli mereka yang berpenampilan Arab tanpa sebab musabab yang jelas (Kompas, 21/12/05). Ditenggarai prasangka terhadap imigran yang berlebihan dan membabi-buta adalah penyebab pokok kerusuhan rasial itu. (Kompas,12/12/05). Kebencian dan perasaan marah yang demikian luar biasanya dirasakan oleh para perusuh sehingga mampu menggerakan keinginan untuk merusak, melukai, bahkan membunuh sekalipun. Continue reading “Memerangi Prasangka”

Rethinking Ethnicity, Argumens and Explorations: Richard Jenkins Sage Publications, London, 1997.


Resensi:

adi prasetijo

Barth menekankan bahwa identitas etnik adalah dihasilkan, dikonfirmasikan atau ditranformaikan di dalam bagian/corak (course) interaksi dan transaksi antara pengambilan keputusan, dan strategi individu. Etnisitas dalam Barth  menjadi bahan politik, pengambil keputusan, dan orientasi tujuan (jenkin, 12).

  • Etnik/suku bangsa adalah tentang perbedaan kultural – meskipun , menulangi pertanyaan tema utama dari identitas sosial, identitas adalah selalu merupakan dialektika antara kesamaan & perbedaan
  • Etnisitas  adalah dipusatkan pada perhatian dengan kebudayaan – makna yang dibagi bersama (shared meaning)- tetapi ini juga berakar di dalam, dan pada suatu kepentingan yang luas ttg hasil dari interaksi sosial
  • Etnisitas tidak lagi mapan atau tak berubah daripada kebudayaan dari dimana ini merupakan sebuah komponen atau situasi dimana ini diproduksi dan direproduksi
  • Etnisitas sebagai sebuah identitas sosial adalah kolektif/kumpulan dan individual, dieksternalisasikan di dalam interaksi sosial dan diinternalisasikan dalam identifikasi diri personal (Jenkins, 13-14). Continue reading “Rethinking Ethnicity, Argumens and Explorations: Richard Jenkins Sage Publications, London, 1997.”

Belajar tentang kekerasan dari anak-anak “City of God”…


Sebenarnya sudah lama ingin nonton film ini. Rasanya keinginan itu muncul sudah sekisaran 3 atau 4 tahun lalu ketika film ini menjadi booming. Tapi entah bisa kesampaian sabtu kemarin. Aku tertarik karena berita awardnya yang didapat dari film ini. Berapa kali film ini untuk mendapatkan award. Aku kira hampir setiap koran atau majalah kritik film memuatnya sebagai salah satu film yang bermutu tahun itu. Bayanganku, pasti ini film yang bagus dan sarat dengan nuansa kedalaman yang tinggi. Ternyata lepas dari 4 tahun baru bisa aku saksikan dan nyatakan dalam pikiranku…….sungguh sayang. Dan memang film ini telah menginspirasi tentang makna dan dampak kekerasan yang dalam. Bahkan makna yang terdalam menurutku. Continue reading “Belajar tentang kekerasan dari anak-anak “City of God”…”

Orang Rimba dan Nasib Proposal S-3ku


Emang sulit memulai suatu kebiasaan yang sudah lama kita tinggalkan. Sudah hampir sebulan ini saya sibuk menguras otak untuk menuliskan kembali rencana proposal penelitian S-3. Penulisan proposal S-3 ini emang sudah lama saya rencanakan. Tapi entah tersendat dimana. Kesibukan kerja kantor. Sana sini. Tetek bengek. Semua membuat kerjaan lamaku nggak maju-maju. Tapi semua perku dimulai khan ? dari sesuatu yang sifatnya sederhana menuju yang lebih baik. Start with a small thing. Continue reading “Orang Rimba dan Nasib Proposal S-3ku”