Orang Rimba, Suku Asli dan Negara Yang Abai


Adi Prasetijo, peneliti ICSD dan Dewan Anggota KKI Warsi,

Media Indonesia, 11 Maret 2015

Beberapa hari terakhir ini kita disuguhkan berita tentang kematian 11 Orang Rimba akibat kelaparan. Tak hayal berita ini membuat pemerintah kebakaran jenggot. Berita inipun dibantah oleh pemerintah, dengan mengatakan bahwa sebab-sebab kematian Orang Rimba, atau biasanya dulu dikenal sebagai Suku Anak Dalam sebagai akibat penyakit dan tahan tubuh mereka yang lemah sehingga menyebabkan kematian.

Permasalahan atau fenomena ini bukanlah hal yang pertama dialami oleh Orang Rimba. Tahun 1998 misalnya, kejadian kelaparan ini pernah dilaporkan oleh media lokal dan mendapatkan perhatian dari publik Jambi.

Fenomena ini adalah puncak dari ‘simtom’ akar permasalahan sesungguhnya yaitu semakin menipisnya hutan sebagai sumber penghidupan mereka sebagai akibat proses deforestasi yang semakin tidak terkontrol. Terlebih kemampuan mereka untuk mengadaptasi modernitas yang berjalan tidak seimbang dengan perubahan alam yang berjalan cepat. Continue reading “Orang Rimba, Suku Asli dan Negara Yang Abai”

David Schneider dan Kekerabatan


Adi Prasetijo, Penang, 10 Mei 2013
978-0-8223-9795-3-frontcoverBagi antropolog yang suka membaca karya-karya antropologi klasik, karya antropolog David Schneider (1918-1995) mestinya tidak terlewatkan. Kajian Scheneider memang jauh dari hingar-bingar publisitas, namun karyanya tentang teori kekerabatan sangatlah fundamental dan menjadi banyak pijakan teori-teori antropologi berikutnya. Terutama untuk kajian keluarga, gender, feminis dan kajian homoseksualitas. Continue reading “David Schneider dan Kekerabatan”

Budaya Kontrol Dalam Organisasi


 Oleh Adi Prasetijo

Sumber:  Disadur & diolah dari Control and Ideology in Organizations,  dalam Buku  “Organization Theory. Modern, Symbolic, and Postmodern Prespectives”, Mary Jo Hatch, 2006

Dalam tulisan ini dibahas tentang aspek kontrol dalam organisasi dan teori-teori modern yang membahasnya. Dalam periode klasik, Fayol melihat bahwa kontrol adalah salah satu fungsi dari manager, selain dari fungsi yang lain yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, dan kepemimpinan. Pada saat ini, kontrol organisasi (organizational control) merupakan bagian penting dari keuangan, akuntasi, dan sistem manajemen informasi yang dianggap sebagai  teori organisasi. Di dalam teori organisasi modern, kontrol organisasi diartikan sebagai suatu Continue reading “Budaya Kontrol Dalam Organisasi”

Pinjam meminjam budaya itu biasa bung..


Klaim tari pendet, klaim batik, wayang, dan lain-lain, jadi membuat saya berpikir tentang batasan budaya suatu bangsa.  Apa bener proses klaim mengklaim seperti ini juga baru terjadi sekarang-sekarang saja ?, Jadi berpikir kemudian apa sih yg namanya identitas budaya, kemudian apa batas identitasnya dan dimana sih  batasnya.. Continue reading “Pinjam meminjam budaya itu biasa bung..”

Pendekatan Budaya Terhadap Agama


Oleh Parsudi Suparlan (alm.)

Disampaikan dalam Pelatihan Wawasan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Dosen Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, R.I. Tugu, Bogor, 26 November 1994

Pendahuluan

Dalam salah satu tulisan saya (1988: v), saya kemukakan bahwa: “Agama, secara mendasar dan umum, dapat didefinisikan sebagai seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan Tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan manusia dengan lingkungannya”. Dalam definisi tersebut, agama dilihat sebagai sebuah doktrin atau teks suci sedangkan hubungan agama dengan manusia yang meyakininya dan khususnya kegiatan-kegiatan manusia penganut agama tersebut tidak tercakup dalam definisi tersebut. Para ahli ilmu-ilmu sosial, khususnya Antropologi dan Sosiologi, yang perhatian utamanya adalah kebudayaan dan masyarakat manusia, telah mencoba untuk melihat agama dari perspektif masing-masing bidang ilmu dan pendekatan-pendekatan yang mereka gunakan, dalam upaya mereka untuk dapat memahami hakekat agama dalam kehidupan manusia dan masyarakatnya. Continue reading “Pendekatan Budaya Terhadap Agama”

Rethinking Ethnicity, Argumens and Explorations: Richard Jenkins Sage Publications, London, 1997.


Resensi:

adi prasetijo

Barth menekankan bahwa identitas etnik adalah dihasilkan, dikonfirmasikan atau ditranformaikan di dalam bagian/corak (course) interaksi dan transaksi antara pengambilan keputusan, dan strategi individu. Etnisitas dalam Barth  menjadi bahan politik, pengambil keputusan, dan orientasi tujuan (jenkin, 12).

  • Etnik/suku bangsa adalah tentang perbedaan kultural – meskipun , menulangi pertanyaan tema utama dari identitas sosial, identitas adalah selalu merupakan dialektika antara kesamaan & perbedaan
  • Etnisitas  adalah dipusatkan pada perhatian dengan kebudayaan – makna yang dibagi bersama (shared meaning)- tetapi ini juga berakar di dalam, dan pada suatu kepentingan yang luas ttg hasil dari interaksi sosial
  • Etnisitas tidak lagi mapan atau tak berubah daripada kebudayaan dari dimana ini merupakan sebuah komponen atau situasi dimana ini diproduksi dan direproduksi
  • Etnisitas sebagai sebuah identitas sosial adalah kolektif/kumpulan dan individual, dieksternalisasikan di dalam interaksi sosial dan diinternalisasikan dalam identifikasi diri personal (Jenkins, 13-14). Continue reading “Rethinking Ethnicity, Argumens and Explorations: Richard Jenkins Sage Publications, London, 1997.”