Ketrampilan Mediasi dan Negosiasi


Oleh Adi Prasetijo

Disampaikan dalam training Conflict Resolution  ICSD ,  25-29 Oktober 2004

 

Pemahaman  Singkat Tentang Konflik

Sebelum memahami apa yang disebut mediasi dan negosiasi dan apa hubunganya dengan konflik, sebaiknya memahami terlebih dahulu tentang memahami konflik itu sendiri. Sebab akan berkaitan dengan respon pendekatan yang akan dilakukan terhadap penyelesaian konflik itu sendiri. Continue reading “Ketrampilan Mediasi dan Negosiasi”

Mengapa Sawit Begitu “Perkasa”


Oleh : Adi Prasetijo 

Awalan

Berikut adalah tulisan kecil mengapa sawit begitu kelihatan perkasa. Tentu saja sudut pandang tulisan ini adalah sudut pandang sejarah dan ekonomi singkat saja. Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq) berasal dari Afrika Utara dan mulai dikenal di Indonesia mulai tahun 1848, ketika ditanam di Kebun Raya Bogor. Sejak tahun 1911, mulai diusahakan komersial dalam skala perkebunan di Sumatra Utara oleh perusahaan Franco-Belgia Corporation Socfin. Pada tahun 1939, Sumatra Utara dan Aceh  telah menjadi eksportir dan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Adanya perang kemerdekaan hingga tahun 1968, Indonesia telah tertinggal oleh Malaysia yang pada waktu itu mendominasi dunia. Dan perluasan dan usaha perkebunan kelapa sawit digalakkan kembali pada tahun 1980’an oleh pemerintah.

Apabila kita mengacu kepada model kepemilikan lahan perkebunan sawit, yaitu kepemilikan oleh negara (state), olehkelompok (smallholder) dan oleh pribadi (private), maka yang terjadi pada zaman penjajahan Belanda ( 1870-1930) lahan kepemilikan perkebunan sawit dikuasai oleh negara. Setelah zaman kemerdekaan terjadi peralihan kepemilikan lahan dari perusahaan perkebunan Belanda ke Perusahaan Negara Baru pada tahun 1957, yang kemudian berubah menjadi PTP (Perseroan Terbatas Perkebunan) pada tahun 1968. Meskipun begitu pola kepemilikan lahan tetap tidak berubah, yaitu pola kepemilikan lahan oleh negara. Kebanyakan lokasi dari perkebunan sawit milik negara ini berada di Sumatra Utara, meneruskan kepemilikan Belanda dahulu. Continue reading “Mengapa Sawit Begitu “Perkasa””

Pergerakan Sosial: Antara Marxian dan Non Marxian


Oleh : Dr.Adi Prasetijo, Direktur ICSD dan Dewan Anggota KKI Warsi periode 2014-2017.

Jurnal Antropologi  Vol. 17 No. 1 Juni Tahun 2015, Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Andalas, Padang

 

Abstract

Social movement always has seen as the negative term in the ruling class or authority standpoint. They perceive social movements as destructive action, and to weaken social stability. However, those who oppose the ruling class said that social movements are necessary action to against authority. In this paper will see how the theoretical debate between Marxian and non-Marxian, in looking at social movements. This is including the role of intellectuals and the charismatic leaders; as well as ideological aspects ought to be discussed as part of a social movement theory paradigm debate. Continue reading “Pergerakan Sosial: Antara Marxian dan Non Marxian”

#savehajilulung & perlawanan simbolik


#savehajilulung  Haji lulung pergi ke toilet, bukan kasih duit Tapi dapat duit..

Berikan Aku 10 Pemuda akan kuguncangkan Dunia, belikan Aku 1 Lulung musnahlah kita..

Dan masih banyak lagi. Lucu dan unik memang. Bahkan kreatif. Meme Bisa diwujudkan dalam bentuk tulisan yang menyindir atau gambar imitasi yang kemudian diplesetkan.

Meme adalah symbol atau tindakan imitasi atau meniru orang lain, yang beredar dari orang satu ke orang lain dalam bahasa simbol yang dipahami oleh pemilik kebudayaan tersebut. Meme berasal dari kata-kata mimeme yang berasal dari Yunani yang artinya meniru atau imitasi. Continue reading “#savehajilulung & perlawanan simbolik”

Finding tranquility in Luang Prabang, Laos


luang prabang
The procession of Tak Bak in the city of Luang Prabang, Laos.

As the sun rises, saffron-robed Buddhist monks, with a basket at their hip, stand in a long line down the street near their temples to receive their daily meal from local people.

The daily alms giving ceremony is an ancient tradition that has been carried over to the present day in Luang Prabang, a town in northern Laos, and has become a tourist attraction.

Continue reading “Finding tranquility in Luang Prabang, Laos”

Tehnik-tehnik Berburu Suku Penan Benalui di Taman Nasional Kayan Mentarang


Oleh Adi Prasetijo, Tulisan lama 2001, hasil pengamatan Ekspedisi Bahau (1994) WWF & Mapagama

 

 

Masyarakat Punan

Sebenarnya Suku Punan ini merupakan salah satu kelompok orang Dayak. Penamaan Punan atau Penan mengacu kepada kelompok orang dayak yang punya daya jelajah/mobilitas yang tinggi. Nama Punan sendiri berasal dari nama yang diberikan oleh pemerintah kolonial Belanda.[1] Masyarakat Punan di Taman Nasional Kayan Mentarang, pada zaman dulu merupakan kelompok suku pengembara yang berasal dari Sungai Malinau. Di S. Malinau ini, mereka mendiaminya bersama Suku Berusu’. Ketika terjadi perpindahan Suku Merap dari Sungai Bahau, mereka kemudian tersebar ke seluruh penjuru wilayah tengah Kalimantan hingga ke Sarawak. Continue reading “Tehnik-tehnik Berburu Suku Penan Benalui di Taman Nasional Kayan Mentarang”