Masyarakat dan Kebudayaan


oleh: Almr. Prof. Parsudi Suparlan

Dari Buku: Hubungan Antar Suku Bangsa, YPKIK, 2004

A.Masyarakat  

Masyarakat adalah sekelompok individu yang secara langsung atau tidak langsung saling berhubungan  sehingga merupakan sebuah satuan kehidupan yang berkaitan antara sesamanya dalam sebuah satuan kehidupan yang dimana mempunyai kebudayaan tersendiri, berbeda dari kebudayaan yang dipunyai  oleh masyarakat lain.  Sebagai satuan kehidupan, sebuah  masyarakat biasanya menempati sebuah wilayah yang  menjadi tempatnya  hidup dan lestarinya masyarakat tersebut, karena warga masyarakat tersebut hidup dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dalam wilayah tempat mereka itu hidup untk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup mereka sebagai manusia. Maka terdapat semacam keterkaitan hubungan antara sebuah masyarakat dengan wilayah tempat masyarakat itu hidup. sebuah masyarakat merupakan sebuah struktur yang terdiri atas saling berhubungan peranan-peranan dan para warga, peranan-peranan tersebut dijalankan sesuai norma-norma yang berlaku. Saling berhubungan diantara peranan-peranan ini mewujudkan struktur-struktur peranan yang biasanya terwujud sebagai pranata-pranata. untuk mewujudkan peranata-peranata itu dalam kehidupan manusia bermasyarakat untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup sebagai manusia, yang dianggap penting oleh masyarakat yang bersangkutan. Melalui pranata-pranata yang ada, sebuah masyarakat dapat tetap lestari dan berkembang. Pranata-pranata yang ada dalam masyarakat, antara lain, adalah pranata keluarga, pranata ekonomi, pranata politik, pranata keagamaan, dsb. Continue reading “Masyarakat dan Kebudayaan”

Konsep “Rumah” Bagi Orang Rimba


Oleh Adi Prasetijo

Pendahuluan

Fungsi rumah sebenarnya lebih mempunyai makna yang lebih dalam daripada hanya sekedar tempat tinggal semata. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal dan berlindung (shelter), rumah juga berfungsi sebagai tempat manusia untuk berkeluarga atau bereproduksi, bersosialisasi, membersihkan diri, storage atau sebagai tempat penyimpanan, dan sebagai wahana manusia untuk mengekspresikan dirinya. Ada beberapa hal yang menarik untuk diamati. Di dalam rumah misalnya, menjadi sangat penting untuk melihat bagaimana pola penataan ruangnya untuk mengetahui pola pikir manusia penghuninya. Dan menjadi sangat penting pula mengetahui dilingkungan seperti apa rumah tersebut berdiri.  Rumah juga bisa dikatakan sebagai bentuk respon manusia terhadap lingkungan yang mendukung keberadaanya. Ini dapat dilihat dari pemakaian bahan baku rumah yang tersedia dari alam. Rumah dapat dilihat pula sebagai produk adaptasi psikosomatis manusia yang bersifat biologis (contohnya homeostatis). Continue reading “Konsep “Rumah” Bagi Orang Rimba”

CSR dan Polemik Cost Recovery Industri Hulu Migas


Adi Prasetijo (8 Agustus 2012)

Polemik tentang dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau Tanggung Jawab Sosial  Perusahaan (TJSP) masuk cost recovery dipicu awalnya oleh pernyataan Menteri ESDM, Jero Wacik dalam ulang tahun BP Migas senin 16 Juli 2012 di Hotel Ritz Carlton. Jero wacik menyatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk memasukan kegiatan CSR sebagai cost recovery dengan menarik kembali Permen No 24 Tahun 2008 . Continue reading “CSR dan Polemik Cost Recovery Industri Hulu Migas”

Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa


(Faith to One God) (Editor: Parsudi Suparlan and Harisun Arsyad). Book. Jakarta , Dept. Agama , RI, Balitbang Agama, 2000

Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dapat dilihat sebagai puncak atau inti dari keyakinan keagamaan yang dipunyai oleh para penganut agama-agama tradisi besar, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha. Agama-agama tradisi besar dikenal sebagai mempunyai keyakinan akan adanya keesaan Tuhan. Continue reading “Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa”

Sustainable Livelihood Approach in Corporate Social Responsibility


by Adi Prasetijo & Ratna Amini, Paper for IPA Conference -2010

Introduction

Corporate Social Responsibility (CSR) issues have a very massive growth in Indonesia. This can be seen with the Law No.40/2007 Law 40/2009 regarding limited company liability on social responsibility and the environment. This law has pro and contra on the implications. However, irrespective of the fact that it is important to get attention are how CSR programs that are run by many companies not only as a sticker, but the program can be significant, both for the company as well as targets of the program itself. The costs that incurred become useless if the outcome not measured. Even the benefit of the program is not optimal and sustainable. Continue reading “Sustainable Livelihood Approach in Corporate Social Responsibility”

Sedikit Tentang Green Budgeting


Gagasan tentang “green budgeting” sesungguhnya bukanlah gagasan yang baru. Gagasan ini muncul pada era akhir 90’an selaras dengan semakin berkembangnya konsep sustainable development. Gagasan tentang green budgeting adalah suatu gagasan praktis tentang penerapan sustainable development dalam system anggaran dan budgeting pemerintah. Continue reading “Sedikit Tentang Green Budgeting”

Hotel K alias penjara


20110710-045936.jpg

Ketika berkunjung ke toko buku border, queens bay mall, penang, nampak buku yang membahas tentang Indonesia. Judulnya menarik “Hotel K: The Shocking Inside Story of Bali’s Most Notorious Jail”. Tadinya saya pikir buku tentang tourism atau apa ternyata tentang Hotel prodeo alias penjara. Makna “K” ternyata adalah Krobokan. Nama penjara yang ada di Denpasar, Bali. Pengarangnya adalah seorang reporter Australia, Kathryn Bonella. Sepintas saya baca, buku ini ditulisannya ketika meliput dan menulis buku tentang Schapelle Corby, napi cantik kasus narkoba. Ia melihat bahwa banyak orang asing yang menjadi tahanan di Bali.

Baginya Hotel Kerobokan memang unik. Betapa tidak. Mulai teroris kelas kakap sampai napi narkoba ada disini. Mulai yang tobat sampai malah kecanduan juga ada disini. Mulai juga ingin lari sampai malah kerasan juga ada disini. Ini memang hotel kehidupan.

20110710-053522.jpg

Sesuai judulnya “Hotel K” maka meskipun penjara, fasilitas dan modelnya adalah pelayanan model hotel. Bisa pesan kamar, upgrade kamar, pesan narkoba, sesuatu yang sesungguhnya tidak aneh buat kita orang Indonesia. Jangankan Krobokan yang ada di Bali, jauh dari pusat kekuasaan, Penjara Mabes saja dikadalin oleh gayus. Mungkin fenomena aneh kali ya bagi orang aussie atau orang luar Indonesia.

Tampaknya buku ini bakalan membuat kebakaran jenggot lembaga kehakiman negeri ini. Kita tunggu saja