Teori dan Konsep Hubungan Antar Suku Bangsa, Masyarakat, dan Budaya


Oleh : Parsudi Suparlan

Sumber: Bab 1.Teori dan Konsep Hubungan Antar Suku Bangsa, Masyarakat, dan Budaya, dalam Buku Hubungan Antar Suku Bangsa, terbitan YPKIK, 2004

A. Masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok individu yang secara langsung atau tidak langsung saling berhubungan  sehingga merupakan sebuah satuan kehidupan yang berkaitan antara sesamanya dalam sebuah satuan kehidupan yang dimana mempunyai kebudayaan tersendiri, berbeda dari kebudayaan yang dipunyai  oleh masyarakat lain.  Sebagai satuan kehidupan, sebuah  masyarakat biasanya menempati sebuah wilayah yang  menjadi Continue reading “Teori dan Konsep Hubungan Antar Suku Bangsa, Masyarakat, dan Budaya”

CSR dan Polemik Cost Recovery Industri Hulu Migas


Adi Prasetijo (8 Agustus 2012)

Polemik tentang dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau Tanggung Jawab Sosial  Perusahaan (TJSP) masuk cost recovery dipicu awalnya oleh pernyataan Menteri ESDM, Jero Wacik dalam ulang tahun BP Migas senin 16 Juli 2012 di Hotel Ritz Carlton. Jero wacik menyatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk memasukan kegiatan CSR sebagai cost recovery dengan menarik kembali Permen No 24 Tahun 2008 . Continue reading “CSR dan Polemik Cost Recovery Industri Hulu Migas”

Masalah Keetnikan dan Kelas Sosial


Adi Prasetijo (2011), Penang

Tulisan sambil nunggu ngantuk…

Pengantar

Studi yang membahas hubungan antara dominant dan sub-ordinate group dalam konteks kehidupan etnik minority sesungguhnya bukanlah suatu studi yang baru. Kajian ini banyak menyangkut dengan kajian yang berhubungan dengan hubungan dominasi kelas atas terhadap kelas sub-ordinate yang ada dibawahnya.  Keberadaan hubungan dominasi tidak lepas dikaitkan dengan struktur hirarki yang ada dimasyarakat. Shubutani dan Kwan (1970: 29) mengatakan sebagai berikut; Continue reading “Masalah Keetnikan dan Kelas Sosial”

Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa


(Faith to One God) (Editor: Parsudi Suparlan and Harisun Arsyad). Book. Jakarta , Dept. Agama , RI, Balitbang Agama, 2000

Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dapat dilihat sebagai puncak atau inti dari keyakinan keagamaan yang dipunyai oleh para penganut agama-agama tradisi besar, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha. Agama-agama tradisi besar dikenal sebagai mempunyai keyakinan akan adanya keesaan Tuhan. Continue reading “Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa”

Sustainable Livelihood Approach in Corporate Social Responsibility


by Adi Prasetijo & Ratna Amini, Paper for IPA Conference -2010

Introduction

Corporate Social Responsibility (CSR) issues have a very massive growth in Indonesia. This can be seen with the Law No.40/2007 Law 40/2009 regarding limited company liability on social responsibility and the environment. This law has pro and contra on the implications. However, irrespective of the fact that it is important to get attention are how CSR programs that are run by many companies not only as a sticker, but the program can be significant, both for the company as well as targets of the program itself. The costs that incurred become useless if the outcome not measured. Even the benefit of the program is not optimal and sustainable. Continue reading “Sustainable Livelihood Approach in Corporate Social Responsibility”

Sedikit Tentang Green Budgeting


Gagasan tentang “green budgeting” sesungguhnya bukanlah gagasan yang baru. Gagasan ini muncul pada era akhir 90’an selaras dengan semakin berkembangnya konsep sustainable development. Gagasan tentang green budgeting adalah suatu gagasan praktis tentang penerapan sustainable development dalam system anggaran dan budgeting pemerintah. Continue reading “Sedikit Tentang Green Budgeting”

Ruth Benedict dan Pola Kebudayaan


Adi Prasetijo

Ruth Benedict, Ilmuwan Sosial Perempuan Yang Tangguh
Fokus utama kajian Ruth Benedict adalah kepada hubungan antara individul dan masyarakatnya. Ruth Benedict merupakan wanita pertama yang mencapai keunggulan sebagai ilmuwan sosial dan menunjukkan keteguhannya dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidupnya ketika berhadapan dengan permasalahan yang dihadapi wanita dalam masyarakat Amerika saat itu.

Ruth Benedict mendapatkan pendidikan yang kuat di Vassar College, sebuah sekolah terkenal di thn 1880. Sebuah sekolah yang bertujuan untuk mendidik wanita agar sejajar dengan laki-laki. Awalnya, Ruth Benedict tertarik kepada bidang kesastraan dan puisi. Pada masa selanjutnya ia menerbitkan puisi dalam berbagai majalah puisi dan jurnal. Pengalamannya dengan berbagai kritik analisis sastra nantinya berpengaruh kepada ke-antropologiannya. Continue reading “Ruth Benedict dan Pola Kebudayaan”