Perang Yang Tak Pernah Usai


Resensi  Film Dokumenter “This is What Winnings Looks Like”

Penang, 28 Maret 2014

 

Film ini adalah film journal dokumenter oleh Ben Anderson tentang sisa-sisa perang Afghanistan. Ben adalah salah satu journalis spesialis perang kontemporer. Ia mendapatkan pujian dari hasil beberapa karyanya. Terutama tentang Afghanistan.

Ben Anderson

Film “This is What Winnings Looks Like” – adalah hasil dokumentasinya mengikuti satuan marinir Amerika dikota Sangin. Seperti diketahui tahun 2014 adalah batas terakhir seluruh penarikan tentara Amerika dan Inggris dari Afghanistan. Tidak segan mereka mengatakan “It is our Victory over Taliban”. Dan kemudian Obama merencanakan bahwa semua ‘security action’ akan diambil alih oleh tentara dan polisi Afghanistan (ANA). Amerika mendeklarasikan bahwa keadaan aman dan Amerika hanya berfungsi sebagai pengawas dan penasihat tentara dan polisi Afghanistan.  Dan film ini menunjukan kenyataan sebaliknya. Sama seperti judulnya “This is what winnings look like” . Apakah memang seperti ini rupa kemenangan itu ? Continue reading “Perang Yang Tak Pernah Usai”

Trilogi Samurai Yoji Yamada


Sesungguhnya film trilogy Samurai ini adalah film lawas yang dibesut oleh sutradara Yoji Yamada. Ada tiga film adalah, The Twilight Samurai (2002), The Hidden Blade (2004), dan Love and Honor (2006). The Twilight Samurai mendapatkan beberapa penghargaan, baik di dalam negeri Jepang maupun diluar negeri. Beberapa yang didapat untuk Twilight Samurai (2002), seperti Academy Award for Best Foreign Language Film di Academy Awards, namun kalah di French Canadian (Québec) film Les Invasions Barbares. Tapi ia menang untuk 12 penghargaan Academy Awards-nya Jepang untuk Best Picture, Best Director, Best Actor, Best Actress, dan Best Screenplay. Kemudian untuk The Hidden Blade (2004) untuk “Best Art Direction” dan Best Actress, serta Best Supporting Actress. Continue reading “Trilogi Samurai Yoji Yamada”

Enron: The Smartest Guys in the Room – ketika Amerika diambil alih oleh ketamakan


Ehhm..sudah lama juga saya mencari film ini. Ini bukanlah film baru. Ini film lama dari Alex Gibney. Film ini dibuat tahun 2004 dan release tahun 2006. Dan sempat di Independent Spirit Award for Best Documentary Feature, serta puncaknya nominasi Academy Awards 2006 untuk film dokumenter. Penasaran film ini gara-gara nonton film Alex Gibney “Taxi to The Dark Side”. Gaya ploting ceritanya yang mengalir dan membidik semua informasi. Menonton film ini membikin kita terbuai layaknya menonton film drama biasa. Continue reading “Enron: The Smartest Guys in the Room – ketika Amerika diambil alih oleh ketamakan”

Capitalism love story: Cerita lain Michael Moore tentang negaranya


Capitalism. Kapitalisme. Ya kapitalisme. Meskipun film ini dirlis tahun 2009 ketika krisis ekonomi telah berakhir (mungkin tidak juga) namun film ini masih memberikan warnanya yang kental tentang apa yang sesungguhnya yang terjadi.

Seperti biasanya, Michael Moore mengajak kita untuk melihat amerika dari sisi yang lain. Sisi yang tidak mengenakan kalau boleh saya bilang. Dari tangan Michael Moore, amerika seperti menjadi negara-negara yang lain layaknya negara berkembang. Simak saja filmnya dia tentang asuransi kesehatan (Sicko) atau tentang tata laksana persenjataan (Bowling for Columbine) atau yang paling ekstrem Fahrenheit 9/11. Dimatanya amerika seperti negara yang rezimnya amat tersangat buruk. Jadi kalau anda penggemar Michael Moore mesti tidak akan kaget tentang kejutan nakal yang diberikannya dalam film ini. Misalnya bagaimana ia mencoba meminta uang ke Bank untuk diberikan kepada korban pekerja2 yang terkena PHK. Atau misalnya ia mengajukan pertanyaan sepele kepada narasumbernya dan mereka tidak bisa menjawab – jadi dimana sebenarnya uang kami disimpan. Dan para bankir serta analis keuangan itu kelimpungan tak bisa menjawab. Atau bagaimana dia mencoba untuk menyegel gedung Bank of America dan memerintahkan pegawainya untuk pulang. Memang unik gayanya. But, it’s really his style. Continue reading “Capitalism love story: Cerita lain Michael Moore tentang negaranya”

Dibalik Battle for Haditha dan Taxi to The Dark Side


Semingguan ini,  gw nonton 2film tentang perang. “Battle for haditha” dan “Taxi Driver to the dark Side”.  Lengkap sudah dalam seminggu dua film tentang perang. Dua film pertama menurutku jadi pembenaran yang kesekian kalinya tentang kegagalan amerika di Iraq & Afghanistan.  Gw berkesan dengan 2 film perang ini. Bagi gw kedua film entah mengapa ada kaitan yang erat dan jalinan ceritanya. Kekerasan yang terencana dan hebatnya itu dilegitimasi oleh sebuah negara yang katanya rujukan untuk demokrasi.

Continue reading “Dibalik Battle for Haditha dan Taxi to The Dark Side”

Belajar tentang kekerasan dari anak-anak “City of God”…


Sebenarnya sudah lama ingin nonton film ini. Rasanya keinginan itu muncul sudah sekisaran 3 atau 4 tahun lalu ketika film ini menjadi booming. Tapi entah bisa kesampaian sabtu kemarin. Aku tertarik karena berita awardnya yang didapat dari film ini. Berapa kali film ini untuk mendapatkan award. Aku kira hampir setiap koran atau majalah kritik film memuatnya sebagai salah satu film yang bermutu tahun itu. Bayanganku, pasti ini film yang bagus dan sarat dengan nuansa kedalaman yang tinggi. Ternyata lepas dari 4 tahun baru bisa aku saksikan dan nyatakan dalam pikiranku…….sungguh sayang. Dan memang film ini telah menginspirasi tentang makna dan dampak kekerasan yang dalam. Bahkan makna yang terdalam menurutku. Continue reading “Belajar tentang kekerasan dari anak-anak “City of God”…”